
Segala sebab yang menyebabkan seorang bersikap sombong
Perlu di ketahui bahwa kesombongan yang ada di dalam hati
seseorang di sebabkan karena ada suatu kelebihan pada dirinya, sehingga
kelebihan itu disebut sombong. Adapun orang yang sombong adalah seseorang yang
merasa dirinya lebih unggul dari orang lain.
Pada awalnya ia merasa ujub pada dirinya, jika ujubnya
semakin besar maka akan mendatangkan sifat sombong dalam hatinya dan ia akan
memperlihatkan kesombongannya dalam lahiriyahnya. Demikian pula perasaan
sombong akan menimbulkan perasaan hasud terhadap orang yang mempunyai kelebihan
yang lebih unggul dari dirinya.
Adakalanya ia marah karena ada orang yang lebih unggul
kelebihannya dari dirinya. Karena itu dirinya tidak akan bersikap tawaduk atau
rendah hati terhadap orang yang melebihi keunggulannya.
Berapa banyak orang yang hina tetapi hatinya tidak mau
tawaduk kepada orang lain karena ia merasa hasud atau marah kepada orang yang
mempunyai keunggulan lebih daripadanya ? bahkan ia akan menolak kebenaran dan
nasehat yang di katakana oleh orang lain dan ia selalu berusaha menentang
nasehat orang lain meskipun ia tahu bahwa ia tidak berhak menentang nasehat
kebenaran tersebut.
Berapa banyak orang bodoh yang ingin mendapatkan ilmu
seperti orang lain, tetapi ia tetap hina karena kebodohannya sehingga ia tidak
mau tunduk kepada orang yang memberinya nasehat meskipun yang memberinya
nasehat itu adalah kaum kerabatnya sendiri. Ia lebih memilih sifat congkak dan
menolak nasehat orang lain.
Demikian pula perasaan riyak akan menyebabkan seorang
menjadi sombong sampai ada seorang yang bodoh ingin berdebat dengan orang yang
ilmunya lebih luas darinya. Bahkan ia tidak mau menerima kebenaran atau nasehat
dari orang lain karena takut jika orang banyak mengatakan bahwa si pemberi
nasehat lebih utama daripada dirinya.
Perasaan sombong akan datang dengan adanya perasaan riya’ ,
andaikata seseorang tidak mempunyai perasaan riya’ maka ia tidak akan merasa
sombong. Adapun yang menyombongkan dirinya karena perasaan ujub atau perasaan
hasud atau perasaan dendam maka ia akan menyombongkan dirinya meskipun jauh
dari orang lain.
Adakalanya seorang mengaku bahwa ia berasal dari keturunan
yang mulia, kemudian ia menyombongkan dirinya di tengah orang banyak, baik di
mejelismajelis maupun di tengah jalan. Meskipun ia seorang alim yang mengetahui batin nya orang
lain, tetepi ia teidak berhak menypmbongkan dirinya karena perasaan riya’ nya
akan menimbulkan perasaan sombong pada dirinya. Semoga Allah swt menjauhkan
kita dari segala perasaan yang buruk.
Sumber : buku karangan habib umar dengan judul apakah yang
engkau sombongkan wahai manusia ???
